Jumat, 25 Februari 2011

Menyingkap Keajaiban Sedekah

" Apakah sedekah itu,  untuk apa, kepada siapa, kapan dan siapa yang harus melakukan sedekah...? Apa dan berapa keuntungan yang akan kita peroleh dengan bersedekah ? "

Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang selalu terucap manakala dihadapakan dengan suatu kata sedekah, alasan klasik yang telah lama ada ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu mungkin sama seperti itu.

Siapa yang paling anda percaya ?
Didunia ini siapa yang anda percayai dalam kehidupan sehari-hari, keluarga, suami atau istri, anak, saudara, atau orang lain sebut jaga sahabat atau bos anda ( dimana anda bekerja ).
Dalam hal apa anda mempercayainya ?
Sekali lagi ...percayakah anda ?

Maaf... sebagai contoh:
- Seorang pengusaha sukses biasanya kaya dan banyak uang. kemudian dengan keyakinannya sedikit demi sedikit uang hasil usaha di tabung dalam deposito dengan, maksud dapat untung dari jasa atau bunga deposito walau hanya sepersekian persen.
- Pejabat, pegawai negeri,swasta dan semua orang seisi negeri ini mempercayai hal itu.
Maaf... kecuali saya. He he heh...

Pendapat saya, kalau banyak duit lebih baik banyak sedekah.
Bukan apa-apa, sebab itulah cara kita memanjakan diri di dunia dan di akherat bukan dengan berendam ala spa atau berlulur ria...

Inilah cara memanjakan diri anda, buktikan sendiri..

MANFAAT BERSEDEKAH.
Berinfaq adalah satu amalan yang sangat besar balasannya dan ganjarannya.

Allah SWT berfirman :

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui". (QS.AlBaqarah:261)

"Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya".(QS.Ali Imran:92)

"Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)".(QS.Al anfaal:60)

"Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya. (QS.Saba':39)

Rasul SAW bersabda :

1. "Sedekah itu petunjuk (cermin)" maksudnya sedekah itu menunjukkan (mencerminkan) bahwa pelakunya memiliki keimanan yang baik dan percaya dengan hari pembalasan (qiyamat) karena ia pasti melakukannya dengan mengharapkan pahala dan pahala adanya di akhirat. Sebagian ulama berpendapat 'dihari kiamat nanti orang yang bersedekah memiliki tanda yang khusus'.

2. "Musnahkan segala kesumpekkan hidup kalian dengan bersedekah niscaya Allah SWT akan melapangkan kesempitan-kesempitan kalian dan menolong kalian kalian dari musuh-musuh kalian".

3. "Bersedekahlah,karena didalamnya terdapat 6 manfaat yaitu 3 didunia dan 3 di akhirat,adapun 3 didunia diantaranya :
a.menambah (keberkah) rezeki
b.memperbanyak harta.
c.memakmurkan (melapangkan) rumah.

Adapun 3 diakhirat yaitu :
a.menutupi aib (kejelekan waktu didunia)
b.menjadi naungan atas kepala.
c.menjauhi dari api neraka.

4."Sesungguhnya sedekah seorang muslim itu menambah keberkahan umur dan menghindarkan mati konyol (su'ul khatimah)dan Allah SWT menghilangkan dari dirinya sifat sombong,kefaqiran dan keangkuhan".

5."Bersedekah dapat memadamkan (panasnya) dosa".

6."Sesungguhnya setiap terbit matahari ada dua malaikat yang berdoa,salah satunya berdoa 'wahai Allah,gantilah harta orang yang bersedekah' dan yang lainnya berdoa 'wahai Allah,hancurkanlah harta orang yang tidak bersedekah' ".

7."Bersedekah akan membendung 70 pintu bencana (malapetaka)".

8."Lakukanlah sedekah dipagi hari karena musibah tidak akan menimpa pelakunya (dirinya,keluarganya dan hartanya)".

9. "Sesungguhnya sedekah itu akan memadamkan panasnya alam (siksa) kubur untuk pelakunya". Jadi sedekah bermanfaat untuk 3 alam yaitu : 1.alam dunia 2.alam barzah 3.alam akhirat.

10. "Tidaklah berkurang harta yang disedekahkan melainkan bertambah,bertambah dan bertambah". ulama mengatakan bahwa 3 hal yang digemari blis dan tentaranya yaitu :
1.Mukmin yang membunuh mukmin lainnya.
2.Orang yang mati kafir (su'ul khatimah).
3.Orang yang takut susah/fakir (sehingga menghalanginya dari bersedekah).

Janganlah kita sampai kalah dengan orang kafir,mereka giat dan antusias berinfaq untuk kepentingan agama mereka,bahkan mungkin jumlah harta yang mereka sedekahkan jauh lebih besar dari sebagian umat Islam sedekahkan.

Allah SWT berfirman :

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan". (QS.Al Anfaal:36)
 
ADAB BERSEDEKAH
Pertama : Karena Allah semata, bukan karena riya' atau ingin dipuji manusia dengan dikatakan dermawan.
Kedua: Harus dari harta yang halal!
Ketiga: Sedekah dengan harta yang paling dicintai
Keempat: Mendahulukan kerabat terdekat
Sabda Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam (yang artinya):
"Sedekah kepada orang miskin mendapat satu sedekah, dan sedekah kepada saudara kerabat mendapat dua pahala; pahala sedekah dan pahala menyambung tali silaturahmi." (HR. Ahmad (IV/18). Syaikh Al Albani menyatakan hadits ini hasan dalam al Irwaa' (no. 883)).
Kelima: Jangan sembarangan memberi orang
Keenam: Menyembunyikan sedekah
Sebisa mungkin hendaknya bagi orang yang sedekah untuk menyembunyikan sedekahnya, kecuali apabila menampakkan sedekah membawa mashlahat yang kuat. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman (yang artinya):

"Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka hal itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya, dan kamu berikan kepada orang orang fakir, maka
menyembunyikan itu lebih baik lagi bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al Baqarah: 271).
Ketujuh: Keluarkan sedekah walaupun sedikit
Kedelapan: Tunaikan zakat yang wajib!
Kesembilan: Lembut kepada fakir miskin dan
jangan diungkit ungkit!
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman (yang artinya):
"Orang orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Rabb mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (QS. Al Baqarah: 262).
Imam al Qurthubi rahimahullah mengatakan, "Orang orang yang menyebut nyebut pemberiannya biasanya dari orang yang pelit. Orang yang pelit selalu merasa besar dengan apa yang diberikannya sekalipun sedikit!".

Kesepuluh: Jangan rakus dengan harta dan dunia yang fana!

Dan inilah beberapa testimoni orang yang bersedekah : 

"  Saya adalah seorang pengajar di salah satu STMIK di Bekasi

saya yakin dan tidak pernah ragu dengan keutamaan sedekah.
Hanya saja saya baru bisa melakukannya di pertengahan bulan januari 2010.
suatu hari saya melihat kalung di leher istri saya yang sama sekali tidak ada manfaatnya kecuali hanya sebatas hiasan saja, hingga akhirnya saya menyarankan agar kalung itu dijual dan uangnya disedekahkan saja.
awalnya istri saya menolak saran saya karena bulan itu keuangan
keluarga kami sangat tipis, tapi alhamdulillah saya bisa meyakinkan istri saya tentang keutamaan sedekah. besoknya dijualah kalung itu seharga Rp 1.4 jt. 400.000 digunakan untuk keperluan keluarga sampai akhir bulan jan 2010, sisanya yang 1 jt akan kami sedekahkan. Pagi hari kami sudah siap-siap berangkat berjalan-jalan sambil membagikan uang sedekah itu kepada
siapapun yang kami temukan di jalanan yang kira-kira membutuhkannya.
awalnya kami bertemu tukang sol sepatu yang sudah sangat tua,
saya tidak tahu istri saya memberi uang berapa kepada tukang sol sepatu itu
yang jelas uang 1 jt itu harus habis disedekahkan.
kemudian kami datangi tukang pijat yang langganan kami di dekat rumah
dia adalah seorang janda tua yang hidup dalam kesederhanaan. kemudia kami
datangi juga paman (masih di dekat rumah) yang beberapa bulan lalu
telah ditinggal oleh istrinya (meningal karena sakit). saya tidak tahu berapa uang yang diberikan oleh istri saya kepada anak paman.yang jelas waktu itu dia bilang uang masih ada 800 rb lagi. tiba-tiba pamanku itu telp (karena dia ga ada di rumah) dan dia pinjam uang 1.5 jt untuk modal usaha. saya bilang bahwa uang hanya ada 800 rb dan akhirnya uang tersebut kami pinjamkan buat paman.
Demi keagungan Alloh, tidak lebih dari satu bulan, tepatnya tanggal 17 feb 2010, saya cek uang di ATM ada transferan masuk Rp. 9.813.369. uang tersebut ternyata dari peberbit buku sebagai uang pembayaran royalti untuk periode juli – des 2009 padahal waktu itu sisa uang di ATM tinggal 52.000
saya berfikir “mengapa alloh menggantinya tidak 10 jt…?”
lalu saya tanya pada istri saya ternyata sebelum kami pergi menyedekahkan uang itu istri saya sempat menggunakan uang Rp 20.000 entah untuk keperluan apa dia juga lupa.
Ya Alloh Ya Kariiiim…., Engkau tidak pernah mengingkari janji-Mu.
Hitungannya tepat sekali. uang 200.000 itu ternyata hilang gara-gara istri saya menggunakan rp 20.000 untuk keperluan pribadinya.
Bukankah Alloh berjanji bahwa infaq 1 akan dilabalas 10…?
Ternyata sedekah 980.000 dibalas 9.813.369...
Subhanallohu… Allahu Akbar.."

" Sembuh dari Kanker karena Sedekah

           Kisah berikut ini adalah salah satu kisah yang sangat terkenal dan menjadi pelajaran berharga bagi setiap orang.
           Tokoh dalam kisah ini adalah seorang lelaki kaya raya, dia adalah pengusaha besar. Suatu ketika dia tekena penyakit kronis yang tidak bisa didiamkan begitu saja.Dia lalu pergi memeriksakan diri ke rumah sakit terkenal. Menurut diagnosa dokter, ditemukan penyakit kanker kronis dalam tubuhnya, dan prosentase kesembuhannya sangat tipis sekali. Para dokter menyarankan agar dia mau berobat ke luar negeri supaya mendapat perawatan intensif. Seketika itu juga lelaki itu berangkat ke luar negeri untuk menjalani pemeriksaan dan hasilnya sama dengan diagnosa dalam negeri. Para dokter di rumah sakit itu lalu menyarankan agar dia mau melakukan operasi untuk menghilangkan anggota tubuhnya yang digerogoti kanker.
           Akan tetapi lelaki tersebut meminta para dokter agar mau memberikan tenggang waktu untuk pulang ke Negara asalnya terlebih dahulu. Dia berkeinginan untuk mengurus segala sesuatunya, dan berwasiat kepada anggota keluarganya, jika ternyata setelah operasi ada hal-hal yang tidak diinginkan.
          Akhirnya lelaki itupun pulang kenegara asalnya lalu mengurus segala sesuatunya. Tidak lupa dia menuliskan wasiat dan menitipkan anggota keluarganya kepada orang yang dipercayainya untuk menjaga keluarganya. Namun, dia sama sekali tidak memberitahukan kepada keluarganya permasalahan yang sedang dia hadapi.
         Suatu ketika dipertengahan jalan menuju rumahnya, pandangannya tertuju kepada seorang perempuan tua yang berdiri disamping tempat penyembelihan binatang. Perempuan itu mengumpulkan tulang-tulang yang tercecer di sebelah tempat penyembelihan. Lelaki itu lalu menhentikan langkahnya dan menemui perempuan tua itu. Dia bertanya kenapa perempuan itu mengumpulkan tulang-tulang yang tercecer. Perempuan itu lalu bercerita kepadanya, bahwa anak-anaknya menjadi yatim sepeninggal suaminya. Keluarga ini sangat miskin dan tidak punya uang untuk membeli daging. Yang bisa dilakukan adalah mengumpulkan tulang-tulang yang tercecer untuk dimasak sebagai ganti dari daging. Lelaki itu sangat tersentuh mendengar penuturan kondisi yang dihadapi perempuan itu. Dia lalu menyedekahkan uangnya dalam jumlah lumayan banyak kepada perempuan itu. Selanjutnya dia memberikan uang kepada tukang sembelih dalam jumlah yang lumayan banyak lalu memintanya untuk mengirimkan daging kepada  perempuan itu setiap mingggunya. Perempuan itu sangat berterimakasih kepada lelaki itu. Tidak lupa dia mendoakan lelaki itu lalu permisi dan meninggalkan tempat.
        Beberapa hari kemudian, lelaki itu pergi ke luar negeri untuk menjalani operasi. Sebelum operasi dilaksanakan, terlebih dahulu dokter memeriksa lelaki itu kembali. Hasilnya sangat mencengangkan. Berubahlah raut muka dokter itu, dan dengan nada marah dia bertanya kepada lelaki itu, “Apakah engkau sudah pergi ke rumah sakit lainnya untuk menjalani pengobatan atas penyakitmu itu? "
        Lelaki itu menjawab, “Tidak.”
        Dokter itu berkata, “Bohong! Jujurlah padaku, apakah engkau sudah pergi ke rumah sakit lainnya atau tidak?”
        Lelaki itu menjawab, “Aku bersumpah, demi Allah aku sama sekali tidak pergi ke rumah sakit lainnya, Sebenarnya ada apa engakau bertanya seperti ini?”
        Dokter itu lalu menjawab, “Pemeriksaan dan diagnosa terbaru menunjukkan tubuhmu sama sekali sudah bersih dari kanker. Keadaanmu sekarang ini sehat-sehat saja.”
        Lelaki itu hampir tidak percaya atas apa yang dikatakan oleh dokter itu. Dia tidak kuasa membendung air matanya yang meleleh karena bahagia. Dia lalu bertanya kepada dokter itu apakah benar apa yang barusan dikatakan kepadanya. Dokter itu menjawab dan bersumpah bahwa apa yang dikatakannya adalah benar.
       Setelah menyadari atas apa yang dialaminya ini, lelaki itu lalu bersyukur memanjatkan puji kepada Allah. Kemudian dia pulang ke Negara asalnya dalam keadaan sehat wal afiat. Dia menceritakan kepada anggota keluarganya, dan mereka semua sangat takjub terhadap peristiwa yang dialami lelaki itu.
       Dalam hal ini lelaki itu berkata; Allah telah menyembuhkan aku berkat doa yang dipanjatkan oleh perempuan tersebut, karena aku telah bersedekah kepada anak-anak yatimnya.
Dia berjanji kepada dirinya sendiri untuk memelihara keluarga miskin sampai waktu yang dikehendaki Allah.
Subhanallah.Semoga cerita ini bisa menjadi renungan buat kita semua bahwa sesungguhnya sedekah mampu memadamkan murka Allah, dan mampu menolak dari kematian yang buruk. Sungguh benar apa yang disabdakan oleh Rasulullah saw; Obatilah orang-orang sakit kalian dengan (mengeluarkan) sedekah. "

Dan banyak lagi diluar sana mereka yang menghadapi masa-masa sulit dan menemukan kemudahan dan jalan keluar setelah menyedahkan sebagian hartanya, meski mereka tidak kaya.

Terbukti sudah pemanjaan diri orang-orang tersebut dengan bersedekah telah banyak perubahan yang diperoleh didunia belum lagi nanti di akherat,
Janji Allah SWT Maha Benar...

" Hanya untuk orang yang beriman, bertaqwa dan yang ingin mendapat hidayah "

Semoga bermanfaat
sumber : Dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar